Sabtu, 28 Mei 2011

Tangan Kiri Dimanja Sekaligus Dianak-tirikan

Suatu ketika ada tamu berkunjung ke rumah saya. Sebagai tuan rumah pun saya bergegas membuatkan minuman untuk tamu saya tersebut. Ketika saya membawa baki yang berisi minuman, saya merasa bahwa tangan kiri saya tidak mampu menopang sekuat tangan kanan saya. Kemudian saya berpikir, mengapa demikian???

Tangan kiri...
Mempunyai jumlah jari dan sistem pergerakan yang sama dengan tangan kanan. Bagi sebagian orang fungsi dari tangan kiri diminimalkan. Dalam adat ketimuran, menggunakan tangan kiri pada saat tertentu seperti di saat mengambil makanan, bersalaman dan memberikan sesuatu kepada orang lain dianggap tidak sopan. Pada keseharian, kecenderungan memanjakan tangan kiri pun berlangsung secara wajar. Tangan kiri semakin jarang digunakan untuk membuka pintu mobil misalnya, membuang sesuatu, meraih benda-benda dan masih banyak lagi. Kita memperkerjakan tangan kanan selayaknya buruh. Sebagai orang yang tidak kidal, kita memanjakan dan sekaligus menganak-tirikan fungsi tangan kiri. Tangan kiri jarang digunakan untuk bekerja dan akibatnya otot tangan kiri tidak berkembang. Otot tangan kiri kemudian menjadi lebih kecil dan daya kekuatannya tidak sebesar tangan kanan. Tangan kiri bisa juga dikatakan sebagai tangan yang lemah dan tidak bisa apa-apa, tidak bisa diandalkan, meskipun harga dari semua yang diciptakan Tuhan itu sama berharganya. Namun perlakuan kita untuk memfungsikan karunia Tuhan itulah menjadikannya berbeda. 





(Catatan bagi 'Tangan kiri'-anak yang dimanja)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar