Daun patmonobo, mungkin sangat -sangat jarang dikenal orang. Namun jangan salah, daun ini sangat mujarab menyembuhkan penyakit. Disebut patmonobo karena berasal dari kata papat limo dadi tombo ( Jawa ). Lihat saja, setiap tangkai hanya mempunyai 4 sampai 5 daun sejati saja. Sampai sekarang saya belum mendapat referensi tentang tanaman ini, di buku ataupun di internet. Atau mungkin saja tanaman ini sudah dikenal sebagai tanaman herbal oleh kebanyakan orang namun dengan nama yang berbeda. Tanaman ini sukar didapat, dan saya baru mengenal tanaman ini di daerah Solo. Konon, tanaman ini digunakan di kalangan kesultanan Yogyakarta sebagai obat luar seperti penyakit kulit, mata, dsb. Cara menggunakan daun ini sangat mudah, tinggal ambil daun yang masih muda sesuai kebutuhan, cuci bersih dan letakkan pada bagian tubuh yang sakit. Kalau di Solo sendiri sering digunakan untuk penyakit dompo atau harves ( penyakit yang disebabkan oleh virus dan penularannya melalui sentuhan ). Saya pernah memanfaatkan khasiat daun ini menurut saran dari lingkungan sekitar. Saya sendiri lebih memilih obat-obatan herbal ketimbang obat kimia. Secara empiris, obat kimia cenderung memberikan efek samping sehingga menimbulkan penyakit yang lain. Jauh berbeda dengan yang alami. Hanya saja penggunaannya lebih ribet alias tidak praktis. Mungkin ada beberapa dari Anda yang bisa menciptakan sebuah produk berbahan dasar alami berupa gel atau lotion..??? Bisa jadi terobosan yang baik bukan???
Suatu ketika kamu bertemu dengn banyak warna dan mereka menyenangkan dan suatu ketika kamu mendapati kejenuhan kamu memahami bahwa hanya hitam dan putih atau bukan kedua keadaan ini yang kamu perlukan.
Sabtu, 20 November 2010
:) DAUN PATMONOBO :)
Daun patmonobo, mungkin sangat -sangat jarang dikenal orang. Namun jangan salah, daun ini sangat mujarab menyembuhkan penyakit. Disebut patmonobo karena berasal dari kata papat limo dadi tombo ( Jawa ). Lihat saja, setiap tangkai hanya mempunyai 4 sampai 5 daun sejati saja. Sampai sekarang saya belum mendapat referensi tentang tanaman ini, di buku ataupun di internet. Atau mungkin saja tanaman ini sudah dikenal sebagai tanaman herbal oleh kebanyakan orang namun dengan nama yang berbeda. Tanaman ini sukar didapat, dan saya baru mengenal tanaman ini di daerah Solo. Konon, tanaman ini digunakan di kalangan kesultanan Yogyakarta sebagai obat luar seperti penyakit kulit, mata, dsb. Cara menggunakan daun ini sangat mudah, tinggal ambil daun yang masih muda sesuai kebutuhan, cuci bersih dan letakkan pada bagian tubuh yang sakit. Kalau di Solo sendiri sering digunakan untuk penyakit dompo atau harves ( penyakit yang disebabkan oleh virus dan penularannya melalui sentuhan ). Saya pernah memanfaatkan khasiat daun ini menurut saran dari lingkungan sekitar. Saya sendiri lebih memilih obat-obatan herbal ketimbang obat kimia. Secara empiris, obat kimia cenderung memberikan efek samping sehingga menimbulkan penyakit yang lain. Jauh berbeda dengan yang alami. Hanya saja penggunaannya lebih ribet alias tidak praktis. Mungkin ada beberapa dari Anda yang bisa menciptakan sebuah produk berbahan dasar alami berupa gel atau lotion..??? Bisa jadi terobosan yang baik bukan???
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

oyi bang... sip ..
BalasHapusbokap gw ahli herbal jg bilang kalo daun ini bisa dibuat bobok ( versi jawa)...
misi2...
BalasHapustanya dunkk,,nama latin patmonobo apa ya???aku cari kux ngga ada..
patmonobo sama ngga ma tapak liman,,tiap aku cari pasti keluarnya tapak liman..
To: Anonim
BalasHapusBobok itu istilahnya buat dibalurin gitu khan??? Trimz masukannya...
To:Senandung Senja
Ya.... nama lainnya daun tapak lima... kalau nama latinnya saya belum cari..Trims