Menunda pekerjaan adalah salah satu habit yang menyenangkan dan sulit ditinggalkan bagi sebagian orang... Pasalnya kita membiarkan karsa kita mengelak tugas ato pekerjaan yang semestinya dilakukan sekarang atau segera. Kita menghindari pekerjaan dengan alasan-alasan yang dibuat oleh diri sendiri selogis mungkin sehingga otak terpaksa meng-accept alasan tersebut dan berakhir pada suasana hati yang tenang. Tahukah kita? Bahwa sebenarnya otak dan hati dipaksa untuk menuruti keinginan lain dalam diri kita. Seperti halnya menjadi dua pribadi dalam satu tubuh, yang satu ke kanan dan ke kiri. Otak kita memang dirancang untuk menerima dan mengingat segala bentuk stimulasi yang ada walaupun kita seorang yang pikun sekalipun. Sehingga tetap terbersit perasaan tidak tenang akan sesuatu hal yang menjadi kewajiban kita.
Perasaan tidak tenang ini akan semakin kita elak dan semakin besar keinginan kita untuk menolak respon otak ini, semakin kita dikejar-kejar perasaan TIDAK TENANG. Hal ini berlaku untuk satu dua kali kebiasaan menunda pekerjaan. Setelah kali ke-3 dst, otak dan perasaan kita sudah terbiasa dan mulai memasuki zona aman. Sampai.......
Indera kita mendapat respon dari orang lain, atau dari alat pengingat akan pekerjaan-pekerjaan kita. Semakin banyak pekerjaan yang ditunda, akan semakin malas kita mengerjakannya. Kalaupun kita berangkat mengerjakannya, hasilnya tidak akan optimal karena kita mengerjakannya dengan setengah hati...... Sangat MENYIKSA.... apalagi bila pekerjaan itu tidak bisa dialih tangankan kepada orang lain. Maka, segeralah mengerjakan tugas sekecil apapun pada saat kita memang dijadwalkan untuk mengerjakannya sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar