Selasa, 18 Oktober 2011

Orang Indonesia Gemar Makan Label

Saya mengamati tayangan-tayangan di televisi Indonesia dalam beberapa bulan ini. Mulai dari tayangan stasiun televisi swasta hingga negeri. Banyak program televisi yang menayangkan ragam wisata kuliner mulai dari yang tradisional, kebarat-baratan, Italian food, Japaness food, Chinees Food, Indian Food, sampai makanan-makanan dengan inovasi yang kian lama kian aneh. Ditambah dengan pembawa acara/ host yang pandai mengapresiasikan cita rasa makanan, makanan yang terhidang indah dan berwarna-warni itu menjadi sangat menarik dan menggugah selera pemirsa di rumah..... Dampaknya, semakin banyak orang yang penasaran ingin menyinggahkan diri datang ke spot tersebut.


Kehidupan sehari-hari saya setelah itu diliputi dengan istilah 'makan' dan 'makan'..... pembicaraan semakin menarik ketika membicarakan RUMAH MAKAN. "Kamu udah pernah makan 'ini' belum di ** Resto?"... Eh, aq pernah makan di P******t hloh...".... Ini hanya beberapa fenomena dari sebuah obrolan. Belum lagi di situs jejaring sosial saya yang dipenuhi " Now, @.....resto "..... dan mungkin hanya sekedar mampir saja beberapa orang dengan bangganya mengaku bahwa dirinya pernah mendatangi sebuah resto yang notabene sangat populer. Foto-foto yang diupload pun terkesan memamerkan keberadaan mereka dalam suatu food court yang dianggap paling bergengsi. Tidak peduli dengan apa yang dimakan, yang penting PERNAH makan di..... Semakin populer suatu rumah makan/ resto semakin banyak pengunjung yang datang.


Begitu kira-kira.

Mengapa fenomena ini bisa terjadi? Apakah bangsa kita terlalu konsumtif sehingga menomer-satukan keinginan daripada kebutuhan? Apakah rata-rata bangsa kita mempunyai daya prestisius yang tinggi terhadap suatu label ataupun merk?







Rasa ingin tau saya berakhir sesaat setelah meneguk segelas teh dingin........;p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar