Beberapa minggu ini Indonesia marak membahas sebuah gagasan tentang pemindahan Ibukota Negara...Yang semula berada di DKI Jakarta akan diusulkan ke daerah Kalimantan. Sebenarnya keluhan-keluhan tentang keadaan Ibukota sudah mencuat sejak lama... Masalahnya banyak terkait karena pembangunan terus menerus tanpa memperhatikan ekosistem lingkungan yang terganggu yang akhirnya menyebabkan perubahan suhu yang signifikan, banjir dan juga berdampak pada penyempitan lahan pertanian. Ketika saya masih SD kelas V, guru saya sudah sering berulang kali menyinggung saat membahas masalah transmigrasi. Saya masih ingat namanya Pak Bowo. Beliau berkata bahwa Pulau Jawa memang paling subur dan paling cocok untuk lahan pertanian, perkebunan, dibandingkan dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Seandainya pulau Jawa bisa dioptimalkan bagi bidang pertanian dan perkebunan, Indonesia pun bisa makmur karenanya. Tetapi transmigrasi yang terjadi di bab yang saya pelajari malah sebaliknya. Di bab itu diceritakan adanya transmigrasi sebuah desa ke salah satu daerah di Kalimantan dan kemudian mengandalkan hidupnya dengan bertani. Apabila saya ditanya tentang hal ini, " Apakah Anda setuju dengan pemindahan Ibukota Negara?" Jawabannya adalah "Ya".. karena melihat kondisi Kota Jakarta sekarang ini sangat memprihatinkan (yang saya soroti adalah masalah kemiskinan dan lingkungan kumuh). Ironis sekali... di samping Mall bahkan supermall yang megah dan mewah masih terdapat banyak rumah tak layak huni seolah saudara-saudara kita ini tak pernah tersentuh. Alasan saya yang lain adalah datangnya banjir setiap tahun yang bagi saya seharusnya ini tak harus terjadi, apalagi ini merupakan akibat dari ulah kita sendiri...
Kemudian beberapa alasan mengapa Kalimantan menjadi sasaran utama pemindahan karena letaknya yang strategis dan sentral. Bisa kita lihat kok di atlas atau di peta. Sehingga memungkinkan pembangunan merata dari Indonesia bagian Barat sampai dengan Indonesia bagian timur...
Saya hanya ingin negara Indonesia menjadi lebih baik ke depannya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar