Rabu, 08 Juni 2011

HASIL TIDAK PENTING, YANG PENTING PROSES

Terkadang kita jengkel mati-matian sama orang yang dapet hasil yang sukses dengan cara yang curang. Kita pasti mengagung-agungkan dan mencari pembelaan diri sendiri untuk menutupi rasa kecewa yang ada. "Masa iya sih, orang kita yang kerja berminggu-minggu aja ga dapet hasil segitu, eh tuh orang baru isi absensi aja udah dapet gaji"... bro sist, kadang kita lupa. Kita hanya melihat dari sisi yang kelihatan secara jasmaniah saja... kita ga pernah kepikiran bahwa sebenarnya kita mempunyai hal yang lebih dibanding orang-orang yang curang. Orang yang maunya serba instan dan lewat jalur belakang, alias orang-orang yang ga jujur tetap mendapat kekosongan hati pada saat menerima suatu kesuksesan sebesar apapun. Karena pada hakikatnya manusia diciptakan dapat berbangga hati apabila telah mengeluarkan peluh atau kerja keras. Orang-orang yang sukses dengan cara-cara curang hanya dapat tersenyum palsu dalam beberapa menit saja, sedangkan di dalam hatinya hampa. Berbeda dengan orang-orang sukses yang berawal dari zero ke hero. Sampai kapanpun akan berbangga hati dengan senyum yang lepas dan ikhlas (dalam hal ini yang dimaksud bukan kesombongan). Karna ini menyangkut kualitas moral dan skill yang diperoleh dari suatu proses.

Mungkin cara pandang orang berbeda-beda. Ada yang berpikir, "Ah.. masa bodo... yang penting aku lulus" misalnya.... "Orang khan ga ada yang tau... yang penting mereka lihat aku sekarang kaya..(astaga padahal kaya harta karena ga bener /maaf/ pesugihan ataupun korupsi)". Ujung-ujungnya semua kembali kepada hati nurani. Saya tidak mau menghakimi, namun hati nurani pasti bisa berbicara. Toh Tuhan itu Maha Adil, tidak akan membiarkan hambaNya ditindas oleh kecurangan. Tuhan juga Maha Melihat, Dia tau siapa-siapa saja yang benar-benar berusaha menjalani proses, dan suatu saat orang itu akan menuai buahnya.

Catatan saya beberapa hari yang lalu:
Hasil bisa dimanipulasi dan direkayasa, tapi proses tidak bisa.
Proses yang panjang dan teliti sehingga hasilnya bagus= 2 jempol
Proses yang panjang dan teliti namun hasilnya kurang memuaskan= 4 jempol
Kenapa? Karena orang-orang yang menjalani proses seperti inilah yang mudah bangkit dan mengejar ketertinggalan.
Proses yang singkat namun hasilnya bagus= perlu dipertanyakan. Apakah proses yang singkat itu legal atau illegal???!!
Karena untuk mendapatkan sesuatu, seseorang perlu proses untuk memperjuangkannya dan bahkan perlu mengorbankan yang lain.
Cara singkat banyak sekali ditawarkan, namun kembali lagi ke baris pertama. ;)

Senin, 06 Juni 2011

COPPAS SANA-SINI

Internet hadir bak dewa kemakmuran di tengah-tengah kalangan muda. Internet dengan segala kemudahannya digunakan untuk membajak ria dengan cara mengcopy-paste di sana-sini. Tak peduli tulisan siapa dan bagaimana isinya, semua ditelan mentah-mentah. Tulisan yang masih salah cara penulisannya, copas! Tulisan yang isinya tidak jelas, copas! Tulisan copas-an orang lain, di copas juga! Padahal banyak resiko dari tindakan mengutip tulisan orang lain secara sembarangan ini. Pertama, kita bisa dikatakan melanggar hak cipta dari suatu halaman web. Kedua, tulisan yang belum dipertanggungjawabkan kebenarannya dapat mempersulit kita di kemudian hari.


Siapa saja bisa menulis dengan bebas baik itu fakta maupun opini. Tulisan yang diupload di internet bisa berubah-ubah dalam hitungan detik sesuka hati si penulis (pengalaman, saya pun begitu, sering menyunting tulisan saya sendiri menjadi lebih sempurna), bahkan bisa saja halaman web dialihtangankan atau rentan dengan para hacker yang kejam, sehingga web disalahgunakan. Selain itu, suatu halaman web bisa dihapus kok, ada istilahnya juga kadaluwarsa. Parahnya, banyak kalangan muda yang gemar mengutip tulisan orang di internet untuk tugas rumah, tugas sekolah maupun tugas makalah ketimbang dari sumber-sumber buku yang sudah jelas asal-usul dan bobotnya... Apa tidak lebih baik bila mempercayai sumber-sumber buku yang lebih terpercaya ketimbang sumber-sumber di internet? Atau paling tidak pilihlah sumber-sumber dari halaman yang resmi dan terpercaya yang latar belakang penulisnya sudah kita ketahui. Dan untuk menghindari kemungkinan web terhapus, anda bisa mencetak halaman web yang anda pakai sebagai acuan supaya bisa menjadi bukti  pertanggungjawaban di kemudian hari.